Gambar 1. Beberapa senjata yang didisplay
Kali
ini saya ingin memposting tentang senjata-senjata karya putra-putri Indonesia.
Indonesia juga mampu mencipta senjata-senjata yang bisa dibilang kelas dunia.
Biar lebih jelas, mari kita lihat daftarnya berikut :
1.Smoke Warhead
Gambar 2. Smoke Warhead
Salah besar jika Anda memandang sebelah mata senjata produksi dalam negeri. Sebab, senjata yang dihasilkan putra putri terbaik bangsa nyatanya dilirik oleh negara asing. Alutsista itu merupakan buatan PT Sari Bahari dari Ngalam, Malang, Jawa Timur.
Kualitas Smoke Warhead diakui mengalahkan produk serupa buatan pabrikan sejumlah negara maju, di antaranya; Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano. Smoke Warhead akan memberikan informasi kepada pilot soal posisi jatuh roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh ke tanah. Sahabat anehdidunia.com Smoke Warhead telah diproduksi sejak tahun 2000. Hingga kini, sudah lebih dari 3.000 Smoke Warhead yang sudah dipesan TNI.
2.Pesawat CN 235-MPA
Gambar 3. Pesawat CN 235
Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) produksi PT Dirgantara Indonesia menjadi salah satu Alutsista yang diminati negara lain. Pada 2011-2012 lalu, PT DI memenuhi permintaan Korea Selatan yang memesan empat pesawat itu melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan nilai total USD 94,5 juta. Pesawat yang merupakan modifikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan di samping bisa difungsikan untuk angkutan personel.
Di tahun yang sama, PT DI juga mengekspor pesawat CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP, ke Senegal, Afrika. CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam Singapore Airshow 200gaul. Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014.
CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46
3.Fast Patrol Boat
Gambar 4. Fast Patrol Boat
Putra putri terbaik bangsa di PT. PAL telah
berhasil membuat kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya,
Alutsista buatan dalam negeri itu telah membuat negara tetangga, Timor Leste,
kepincut.Pada 2011 lalu, Pemerintah Timor Leste memutuskan memesan dua kapal
patroli cepat senilai USD 40 juta.
Kapal tersebut akan digunakan untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste.Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot.Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.
4.Peluru buatan PT Pindad
Kapal tersebut akan digunakan untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste.Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot.Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.
4.Peluru buatan PT Pindad
Gambar 5. Peluru
PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama
ini memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain
berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm.Namun, selain untuk TNI-Polri, peluru yang
dihasilkan PT Pindad juga diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut
dikirim ke Singapura, Filipinan, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS).Untuk
Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih itu telah memesan
10 juta peluru.
Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000.Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab sahabat anehdidunia.com, produk dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.
5. Panser Anoa
Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000.Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab sahabat anehdidunia.com, produk dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.
5. Panser Anoa
Gambar 6. Panser anoa
Panser Anoa buatan PT Pindad menjadi salah satu
Alutsista yang paling laris dijual. Pada tahun 2008, TNI memesan 154 buah
Panser Anoa berbagai tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe APC
dan tahun 2012 TNI memesan 61 unit.
Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing. Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.
Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahananannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India.
Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis. Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon. Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur dan dua personel pasukan.
6.Senapan Pindad
Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing. Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.
Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahananannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India.
Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis. Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon. Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur dan dua personel pasukan.
6.Senapan Pindad
Gambar 7. Berbagai gambar dari jenis-jenis senapan buatan PT.
Pindad
Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan
Pindad juga banyak dipesan oleh negara luar. PT Pindad mampu memproduksi
berbagai jenis senjata antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2,
SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1,
R1-V2, RG-1 (tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and
Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat,
dan pelindung tubuh (personal body protection).
Untuk deskripsi dari senjata tersebut, anda dapat
melihatnya di bawah ini:
1. Snenapan Serbu SS1
Gambar 8. Senapan Serbu SS1 yang sedang ditunjukkan
SS1 merupakan senapan serbu yang mengadopsi dan
mengikuti lisensi senapan FN FNC dari perusahaan senjata Fabrique Nationale
(FN), Belgia. Senapan yang telah diproduksi sejak 1988 ini sekarang telah
banyak digunakan oleh kesatuan di TNI dan Polri.
Bahkan telah diekspor ke mancanegara. Dengan 150 komponen dan mengadopsi teknologi Belgia, Pindad membantah senjata SS1 produksinya, mudah rusak. Pindad telah merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian. Varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, SS1-RM.
Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas"s, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad.Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.
Bahkan telah diekspor ke mancanegara. Dengan 150 komponen dan mengadopsi teknologi Belgia, Pindad membantah senjata SS1 produksinya, mudah rusak. Pindad telah merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian. Varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, SS1-RM.
Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelas"s, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad.Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.
2. Senapan Serbu SS2
Gambar 9. Senapan Serbu SS2 yang sedang didisplay memutar
Pindad telah memproduksi senapan serbu SS2 sejak
2006. Kesatuan yang pertama kali menggunakan senjata hasil pengembangan SS1 ini
adalah Kopassus TNI AD.
Senapan ini, dirancang dengan tingkat kehandalan dan keakuratan tinggi. Bahkan mampu bersaing dengan senapan serbu tipe M16 buatan Amerika Serikat atau AK47 buatan Rusia. Dijual mulai harga Rp 8 juta per unit, SS2 dirancang dalam 4 varian, yakni: SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5.
Senapan ini, dirancang dengan tingkat kehandalan dan keakuratan tinggi. Bahkan mampu bersaing dengan senapan serbu tipe M16 buatan Amerika Serikat atau AK47 buatan Rusia. Dijual mulai harga Rp 8 juta per unit, SS2 dirancang dalam 4 varian, yakni: SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5.
3. Senapan Sniper
Gambar 10. Senapan Sniper
Pindad juga mampu memproduksi senapan untuk
keperluan khusus seperti untuk pasukan penembak jitu atau sniper. Bahkan,
senapan sniper tipe SPR-2, mampu menembak hingga jarak 2 KM. Senapan tipe ini,
pernah muncul pada film Rambo. Selain SPR-2, pindad juga memproduksi senapan
tipe SPR-1 dan SPR-2. Khusus senapan SPR-2 dan SPR-3, senjata ini telah
digunakan oleh kesatuan elit TNI seperti Kopassus.
4. Senapan Anti Teror PM2
PM2 merupakan senapan anti teror yang mengadopsi
atau menyerupai senjata H&K MP5 kaliber 9mm. Senapan ini, biasa digunakan
oleh pasukan anti teror SWAT asal Amerika Serikat (AS) atau Densus Anti Teror
88 Kepolisian Indonesia dan Kopassus TNI AD.
Dengan konsep, hand machine gun, pindad telah memproduksi senjata yang mampu menembak hingga jarak 75 meter. Pindad memproduksi senapan anti teror ini, sebanyak 2 jenis, yakni: tipe PM2-V1 Dan PM2-V2.
Dengan konsep, hand machine gun, pindad telah memproduksi senjata yang mampu menembak hingga jarak 75 meter. Pindad memproduksi senapan anti teror ini, sebanyak 2 jenis, yakni: tipe PM2-V1 Dan PM2-V2.
5. Senapan Mesin
Gambar 11. Senapan Mesin
Pindad terbukti menghasilkan berbagai tipe senjata.
salah satunya, senapan mesin. Setidaknya Pindad telah memproduksi 3 tipe
senapan mesin yakni SM2-V1. Senapan ini, mampu menembak hingga jarak 1,5 km.
Kemudian ada SM-3 yang mampu menembak hingga jarak 1 km atau SM2-V2 yang mampu
menembak hingga jarak 1,5 km.
6. Meriam
Gambar 12. Meriam milik Indonesia
Pindad juga mampu memproduksi senjata kelas
berat. Seperti Meriam tipe ME-105 mm Howitzer. Meriam ini mampu menembakkan
amunisi hingga jarak 10,5 km. Selain senjata berat sekelas Howitzer, Pindad
telah memproduksi 3 senjata penembak mortir keperluan operasi khusus. Seperti
Mo-1 60 mm Commando, Mo-2 60mm LR dan Mo-3 81mm SB.
Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan
oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan
supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama
Cabelas"s, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan
Pindad.Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika
seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura
juga kerap memesan senjata tersebut.












0 komentar:
Posting Komentar